Selasa, 29 September 2015

Rabu, 30 september 2015

Nomophobia adalah penyakit berbahaya


Taukah anda tentang nomophobia?
Pernahkan anda mendengar kata nomophobia?
Apakah anda merasa cemas apabila jauh dari smartphone anda?


Hati-hatilah karna smartphone dapat menimbulkan penyakit !!!
Image result for emoji kaget

Fenomena nomophobia yang saat ini semakin populer di kalangan pengguna ponsel pintar menjadi topik yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Apalagi, berdasarkan data survey yang di dapatkan di internet menunjukkan bahwa pada tahun 2008, penderita nomophobia di Amerika mencapai 53%. Yang lebih mencengangkan, empat tahun kemudian (2012), jumlah tersebut naik secara drastis mencapai 66% (77% di antaranya merupakan remaja yang berumur 18 – 24 tahun).

Image result for nomophobia

Fakta menarik tentang nomophobia

Fakta tersebut membuat saya semakin penasaran untuk mengenal nomophobia lebih dalam. Apakah gejala tersebut hanya terjadi di Amerika atau jangan-jangan, saya dan orang-orang di sekitar sudah ada yang menderita nomophobia? Untuk itu, maka saya mencoba untuk mengenal nomophobia lebih dalam dan apa bahaya kelainan psikis tersebut buat diri kita.

Image result for nomophobia


Apa itu Nomophobia?

Nomophobia (bahasa Inggris: Nomophobia, no-mobile-phone phobia adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak mempunyai telepon genggam (atau akses ke telepon genggam)

Nomophobia adalah sebuah penyimpangan psikis yang dipengaruhi oleh ketergantungan seseorang terhadap gadget. Nomophobia sendiri merupakan sebuah singkatan yang berasal dari bahasa inggris, yaitu No Mobilephone Phobia, yang mempunyai arti sebuah kecemasan berlebih yang dirasakan oleh seseorang karena terpisah dari gadget yang dia miliki. 70% perempuan pengguna ponsel pintar akan merasa cemas jika jauh dari gadgetnya, sedangkan 61% laki-laki mengalami hal yang sama.

Image result for nomophobia

Perkembangan ponsel pintar yang semakin pesat ternyata tidak hanya menimbulkan efek positif buat masyarakat, namun ada juga efek negatifnya, salah satunya adalah nomophobia. Berdasarkan penelusuran yang lebih mendalam, dua faktor utama penyebab ketergantungan adalah game addicted (kecanduan game) dan  sindrom FoMO (Fear of Missing Out) atau lebih dikenal sebagai ketergantungan seseorang terhadap jejaring sosial.

Kedua gejala psikis mulai menarik perhatian pengamat psikologi di tahun 2008, ketika Iphone dan Android Phone mulai dikenal oleh masyarakat luas. Tahun tersebut adalah tahun dimulainya era baru dalam berinternet, yaitu tahun ketika sebuah internet bisa diakses dalam genggaman tangan kita, dimana pun dan kapan pun kita mau.

Adapun ciri ciri orang yang takut akan kehilangan mobile phone.Ciri - Ciri Nomophobia :

1. Badmood ketika tidak ada signal atau internet di dekat anda.
2. Panik jika gadget tidak pada gengaman anda.
3. Gemar selfie, update status, change display picture anda tiap jam/menit.
4. Membawa gadget hingga ke kamar mandi.
5. Tidur dengan ponsel di samping anda.
6. Siap sedia Powerbank atau gadget cadangan karena baterai anda tidak boleh menipis.
7. Hal utama ketika bangun tidur apalagi kalo bukan mengecek gadget anda.
8. Tempat-tempat berlogo WIFI tersedia menjadi tempat favorit anda.

Apakah anda termasuk kedalam salah satu ciri-ciri diatas? Berhati-hatilah karna penyakit ini sudah merambat dikalangan muda Indonesia. Mungkin kita sendiri sudah terjangkit penyakit ini. 
Ya ya, sudah tak heran lagi kita melihat orang berlalu lalang dijalanan dengan memegang handphone genggamnya.

Maka saya akan membahas penyakit nomophobia ini secara lebih dalam lagi.

Apakah Nomophobia berbahaya?

Kebanyakan orang berfikir bahwa ketergantungan terhadap ponsel pintar bukan merupakan sebuh permasalahan yang serius. Padahal ada beberapa efek cukup berbahaya yang ditimbulkan oleh nomophobia. Berikut ini adalah beberapa efek negatif dari nomophobia yang berhasil saya rangkum:

1. Stres. Penderita nomophobia memiliki kecenderungan terhadap tingkat stres yang tinggi. Tingkat stres ini lah yang kemudian menjadikan tingkat emosional orang tersebut menjadi tidak stabil.


Image result for nomophobia
Stres akibat telpon genggam

2. Kurang Fokus
Penderita nomophobia akan memiliki keterikatan dengan gadget yang sangat kuat. Hal ini lah yang menyebabkan pikiran orang tersebut akan selalu fokus dengan gadgetnya, meskipun dia sedang melakukan aktifitas lain. Ketidakfokusan ini akan menjadi hal yang fatal manakala orang tersebut sedang melakukan pekerjaan berbahaya seperti menyetir, membawa alat berat, dan sebagainya.

Image result for nomophobia
Seorang pengendara yang terlalu fokus dengan gangetnya

Berdasarkan statistik yang terjadi di Amerika, pada tahun 2012, 26% kecelakaan pada lalu lintas disebabkan oleh ketidakfokusan pengendara yag diakibatkan oleh penggunaan ponsel pintar pada saat berkendara. Sedangkan 1500 pejalan kaki mengalami cidera yang diakibatkan oleh pengendara yang tidak fokus akibat ponsel pintar.

3. Anti sosial
Penderita nomophobia menghabiskan lebih banyak waktu dengan membuka jejaring sosial atau bermain di ponsel pintarnya. Mereka akan terjebak dengan kebahagiaan yang mereka dapatkan di dunia maya. Penderita Nomophobia lebih mementingkan interaksi di dunia maya dibanding dengan komunikasi face to face dengan teman di dunia nyata.


Image result for nomophobia
sahabat yang sama-sama sibuk dengan gangetnya masing-masing

Berdasarkan fakta yang ada di sekitar saya, banyak sekali sahabat yang hubungannya semakin renggang karena satu sama lain memilih untuk lebih perhatian kepada ponsel pintarnya dibandingkan dengan sahabatnya.

4. Insomnia. 
Salah satu efek stres akibat nomophobia bisa diekspresikan dalam bentuk gejala insomnia. Rasa tidak mau berpisah dengan ponsel pintar memberi instruksi kepada otak untuk terus menerus memikirkannya sehingga mengusir rasa kantuk. Penderita nomophobia biasanya tidak bisa jauh dari telfon genggam ketika akan tidur.


Image result for nomophobia
Insomnia

Perkembangan ponsel pintar yang semakin pesat dari tahun ke tahun memungkinkan penderita nomophobia akan semakin meningkat di kemudian hari. Mudah-mudahan kita bisa menjaga diri kita dan orang di sekitar kita agar bisa menjauh dari bahaya yang ditimbulkan oleh nomophobia.


Sumber :
Wikipedia.com

psychologytoday.com.

oleh:
nur azizah rahimah
tri bagus purbandi
vivin nur zainab

Minggu, 27 September 2015

pestisida

PENGERTIAN PESTISIDA



Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida berasal dari kata caedo berarti pembunuh. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) 1986 dan peraturan Pemerintah RI No. 7 tahun 1973, pestisida adalah campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikan hewan tumbuhan penganggu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia. 
`
Pestisida juga didefinisikan sebagai zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan tanaman (PP RI No.6 tahun 1995). USEPA menyatakan pestisida sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak atau memusuhi hama dalam bentuk hewan, tanaman dan mikroorganisme penganggu. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Menurut 

Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 yang dimaksud pestisida ialah semua zat dan bahan kimia dan jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk: 
1. Memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian 
2. Memberantas rerumputan 
3. Mengatur atau merangsang pertumbuhan yang tidak diinginkan 
4. Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan peliharaan atau ternak 
5. Memberantas atau mencegah hama-hama air 
6. Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam bangunan rumah tangga alat angkutan, dan alat-alat pertanian 
7. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan tanaman, tanah dan air. Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-alat pengangkutan.   

JENIS-JENIS PESTISIDA


Jenis-jenis pestisida yang pada umumnya digunakan adalah herbisida, insektisida dan fungisida. Berdasarkan jenis bentuk kimianya, pestisida Insektisida dapat digolongkan menjadi : 

a. Organofosfat Pestisida yang termasuk ke dalam golongan organofosfat antara lain : Azinophosmethyl, Chloryfos, Demeton Methyl, Dichlorovos, Dimethoat, Disulfoton, Ethion, Palathion, Malathion, Parathion, Diazinon, Chlorpyrifos. Organofosfat disintesis pertama di Jerman pada awal perang dunia ke II. Pada awal sintesisnya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP), parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida, tetapi juga cukup toksik terhadap mamalia. Organofosfat adalah insektisida yang paling toksik di antara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada manusia. Bila tertelan, meskipun hanya dalam jumlah sedikit, dapat menyebabkan kematian pada manusia. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsisnya. Enzim tersebut secara normal menghidrolisis acetylcholine menjadi asetat dan kholin. Pada saat enzim dihambat, mengakibatkan jumlah acetylcholine meningkat dan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik pada system saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh. Gejala keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang timbul sangat bergantung pada adanya stimulasi asetilkholin persisten atau depresi yang diikuti oleh stimulasi saraf pusat maupun perifer. 

b. Karbamat Pestisida yang termasuk karbamat antaralain: karbaril, karbofuran, BPMC, MPMC, dimetilan, isolan, metomil, oksamil, Tiofanoks (Baehaki). Insektisida karbamat berkembang setelah organofosfat. Insektisida ini biasanya daya toksisitasnya rendah terhadap mamalia dibandingkan dengan organofosfat, tetapi sangat efektif untuk membunuh insekta. Pestisida golongan karbamat ini menyebabkan karbamilasi dari enzim asetil kholinesterase jaringan dan menimbulkan akumulasi asetil kholin pada sambungan kholinergik neuroefektor dan pada sambungan acetal muscle myoneural dan dalam autonomic ganglion, racun ini juga mengganggu sistem saraf pusat. Mekanisme toksisitas dari karbamat adalah sama dengan organofosfat, dimana enzim achE dihambat dan mengalami karbamilasi. 

c. Organoklorin Organoklorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa kelompok yang diklasifikasi menurut bentuk kimianya. Yang paling populer dan pertama kali disinthesis adalah “Dichloro-diphenyl-trichloroethan” atau disebut DDT. Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan, walaupun komponen kimia ini sudah disintesis sejak tahun 1874. Tetapi pada dasarnya pengaruh toksiknya terfokus pada neurotoksin dan pada otak. Saraf sensorik dan serabut saraf motorik serta kortek motorik adalah merupakan target toksisitas tersebut. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan perubahan patologiknya tidaklah nyata. Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg akan dapat menyebabkan keracunan, hal tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam. Perkiraan LD50 untuk manusia adalah 300-500 mg/Kg. 

d. Piretroid Termasuk dalam golongan piretroid, antara lain d-aletrin, phtalthrin, resmethrin, barthrin, cypermethrin, permethrin. Piretroid ini merupakan insektisida botani (Baehaki). Pyrethrum alami sudah jarang digunakan dalam dunia pertanian dikarenakan harga yang mahal dan tidak stabil bila terkena sinar matahari. Pyretroid merupakan pyrethrum sintetis yang mempunyai sifat stabil bila terkena sinar matahari dan relatif murah serta efektif untuk mengendalikan sebagain besar serangga hama pertanian. Semua golongan Piretroid mode of action-nya sama, yaitu meracuni sistem syaraf. 

Ada dua tipe pyretroid, pertama mempengaruhi respon fisiologis, mempunyai koefisien negatif terhadap temperatur. Tipe kedua, mempunyai koefisien positif terhadap temperatur, mempunyai peningkatan efek membunuh hama seiring dengan peningkatan temperatur (suhu). Piretroid mempunyai efek mempengaruhi sistem syaraf serangga pada peripheral (sekeliling ) dan central (pusat). 

Peritroid awalnya menstimulasi sel syaraf untuk memproduksi “discharge” secara berlebih dan akhirnya menyebabkan paralisis dan kematian. Pestisida dapat diklasifikasikan berdasarkan organisme targetnya yaitu:
1. Insektisida berfungsi untuk membunuh atua mengendalikan serangga 
2. Fungisida berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan 
3. Akgasida berfungsi untk membunuh alga. 
4. Avsida berfungsi untuk membunuh burung serta pengontrol populasi burung. 
5. Akarisida berfungsi untuk membunuh tungau atau kutu. 
6. Bakterisida berfungsi untuk membunuh atau melawan bakteri. 
7. Larvasida berfungsi untuk membunuh larva. 
8. Moluskisida berfungsi untuk membunuh siput. 
9. Nematisida berfungsi untuk membunuh cacing. 
10. Ovisida berfungsi untuk membunuh telur. 
11. Pedukulisida berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma. 
12. Piscisida berfungsi untuk membunuh ikan. 
13. Rodentisida berfungsi untuk membunuh binatang pengerat. 
14. Predisida berfungsi untuk membunuh pemangsa atau predator. 
15. Termisida berfungsi untuk membunuh rayap. 
16. Herbisida berfungsi untuk membunuh gulma.