Rabu, 30 september 2015
Nomophobia adalah penyakit berbahaya
Taukah anda tentang nomophobia?
Pernahkan anda mendengar kata nomophobia?
Apakah anda merasa cemas apabila jauh dari smartphone anda?
Hati-hatilah karna
smartphone dapat menimbulkan penyakit !!!
Fenomena nomophobia yang saat ini
semakin populer di kalangan pengguna ponsel pintar menjadi topik yang sangat
menarik untuk diperbincangkan. Apalagi, berdasarkan data survey yang di
dapatkan di internet menunjukkan bahwa pada tahun 2008, penderita nomophobia di
Amerika mencapai 53%. Yang lebih mencengangkan, empat tahun kemudian (2012),
jumlah tersebut naik secara drastis mencapai 66% (77% di antaranya merupakan
remaja yang berumur 18 – 24 tahun).
Fakta menarik tentang nomophobia
Fakta tersebut membuat saya
semakin penasaran untuk mengenal nomophobia lebih dalam. Apakah gejala tersebut
hanya terjadi di Amerika atau jangan-jangan, saya dan orang-orang di sekitar
sudah ada yang menderita nomophobia? Untuk itu, maka saya mencoba untuk
mengenal nomophobia lebih dalam dan apa bahaya kelainan psikis tersebut buat
diri kita.
Apa itu Nomophobia?
Nomophobia
(bahasa Inggris: Nomophobia, no-mobile-phone phobia adalah suatu sindrom
ketakutan jika tidak mempunyai telepon genggam (atau akses ke telepon genggam)
Nomophobia adalah sebuah
penyimpangan psikis yang dipengaruhi oleh ketergantungan seseorang terhadap
gadget. Nomophobia sendiri merupakan sebuah singkatan yang berasal dari bahasa
inggris, yaitu No Mobilephone Phobia, yang mempunyai arti sebuah kecemasan
berlebih yang dirasakan oleh seseorang karena terpisah dari gadget yang dia
miliki. 70% perempuan pengguna ponsel pintar akan merasa cemas jika jauh dari
gadgetnya, sedangkan 61% laki-laki mengalami hal yang sama.
Perkembangan ponsel pintar yang
semakin pesat ternyata tidak hanya menimbulkan efek positif buat masyarakat,
namun ada juga efek negatifnya, salah satunya adalah nomophobia. Berdasarkan
penelusuran yang lebih mendalam, dua faktor utama penyebab ketergantungan
adalah game addicted (kecanduan game) dan
sindrom FoMO (Fear of Missing Out) atau lebih dikenal sebagai
ketergantungan seseorang terhadap jejaring sosial.
Kedua gejala psikis mulai menarik
perhatian pengamat psikologi di tahun 2008, ketika Iphone dan Android Phone
mulai dikenal oleh masyarakat luas. Tahun tersebut adalah tahun dimulainya era
baru dalam berinternet, yaitu tahun ketika sebuah internet bisa diakses dalam
genggaman tangan kita, dimana pun dan kapan pun kita mau.
Adapun
ciri ciri orang yang takut akan kehilangan mobile phone.Ciri
- Ciri Nomophobia :
1.
Badmood ketika tidak ada signal atau internet di dekat anda.
2.
Panik jika gadget tidak pada gengaman anda.
3.
Gemar selfie, update status, change display picture anda tiap jam/menit.
4.
Membawa gadget hingga ke kamar mandi.
5.
Tidur dengan ponsel di samping anda.
6.
Siap sedia Powerbank atau gadget cadangan karena baterai anda tidak boleh
menipis.
7.
Hal utama ketika bangun tidur apalagi kalo bukan mengecek gadget anda.
8.
Tempat-tempat berlogo WIFI tersedia menjadi tempat favorit anda.
Apakah anda termasuk kedalam
salah satu ciri-ciri diatas? Berhati-hatilah karna penyakit ini sudah merambat
dikalangan muda Indonesia. Mungkin kita sendiri sudah terjangkit penyakit ini.
Ya
ya, sudah tak heran lagi kita melihat orang berlalu lalang dijalanan dengan memegang
handphone genggamnya.
Maka saya akan membahas penyakit nomophobia
ini secara lebih dalam lagi.
Apakah Nomophobia berbahaya?
Kebanyakan orang berfikir bahwa
ketergantungan terhadap ponsel pintar bukan merupakan sebuh permasalahan yang
serius. Padahal ada beberapa efek cukup berbahaya yang ditimbulkan oleh
nomophobia. Berikut ini adalah beberapa efek negatif dari nomophobia yang
berhasil saya rangkum:
1. Stres. Penderita nomophobia memiliki kecenderungan terhadap tingkat
stres yang tinggi. Tingkat stres ini lah yang kemudian menjadikan tingkat
emosional orang tersebut menjadi tidak stabil.
Stres akibat telpon genggam
2. Kurang Fokus.
Penderita
nomophobia akan memiliki keterikatan dengan gadget yang sangat kuat. Hal ini
lah yang menyebabkan pikiran orang tersebut akan selalu fokus dengan gadgetnya,
meskipun dia sedang melakukan aktifitas lain. Ketidakfokusan ini akan menjadi
hal yang fatal manakala orang tersebut sedang melakukan pekerjaan berbahaya
seperti menyetir, membawa alat berat, dan sebagainya.
Seorang pengendara yang terlalu
fokus dengan gangetnya
Berdasarkan statistik yang
terjadi di Amerika, pada tahun 2012, 26% kecelakaan pada lalu lintas disebabkan
oleh ketidakfokusan pengendara yag diakibatkan oleh penggunaan ponsel pintar
pada saat berkendara. Sedangkan 1500 pejalan kaki mengalami cidera yang diakibatkan
oleh pengendara yang tidak fokus akibat ponsel pintar.
3. Anti sosial
Penderita nomophobia
menghabiskan lebih banyak waktu dengan membuka jejaring sosial atau bermain di
ponsel pintarnya. Mereka akan terjebak dengan kebahagiaan yang mereka dapatkan
di dunia maya. Penderita Nomophobia lebih mementingkan interaksi di dunia maya
dibanding dengan komunikasi face to face dengan teman di dunia nyata.
sahabat yang sama-sama sibuk
dengan gangetnya masing-masing
Berdasarkan fakta yang ada di
sekitar saya, banyak sekali sahabat yang hubungannya semakin renggang karena
satu sama lain memilih untuk lebih perhatian kepada ponsel pintarnya
dibandingkan dengan sahabatnya.
4. Insomnia.
Salah satu efek stres
akibat nomophobia bisa diekspresikan dalam bentuk gejala insomnia. Rasa tidak
mau berpisah dengan ponsel pintar memberi instruksi kepada otak untuk terus
menerus memikirkannya sehingga mengusir rasa kantuk. Penderita nomophobia
biasanya tidak bisa jauh dari telfon genggam ketika akan tidur.
Insomnia
Perkembangan ponsel pintar yang
semakin pesat dari tahun ke tahun memungkinkan penderita nomophobia akan
semakin meningkat di kemudian hari. Mudah-mudahan kita bisa menjaga diri kita
dan orang di sekitar kita agar bisa menjauh dari bahaya yang ditimbulkan oleh
nomophobia.
Sumber :
Wikipedia.com
psychologytoday.com.
oleh:
nur azizah rahimah
tri bagus purbandi
vivin nur zainab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar